Whatsapp-Admin

Pesan Untuk Maba

Oleh: Muh. Ilham Jaya

Menjadi mahasiswa di suatu perguruan tinggi memang menjadi primadona bagi sebagian besar orang. Memiliki gelar mahasiswa akan meningkatkan “social credit” mu, apalagi ketika telah lulus nantinya dan memiliki gelar di belakang namamu seperti S.Pd., S.Si., S.E., S.Hum., S.H., dan berbagai macam gelar yang sesuai dengan jurusan yang kamu ambil sekarang ini.

Meskipun menjadi mahasiswa dianggap keren, namun tidak sedikit juga mantan mahasiswa yang tidak bisa menyelesaikan perjalanannya menuju panggung wisuda. Biasanya penyebabnya terletak di masalah ekonomi, masalah salah jurusan, pernikahan, dan banyak juga yang menyerah dengan kehidupan kuliahnya. Lantas bagaimana denganmu wahai maba-maba yang sedang membaca tulisan ini? Apakah kamu bisa survive/bertahan hidup pada terjalnya proses yang akan kamu hadapi mulai saat ini hingga kedepannya?

Sebelumnya perlu kamu pahami bahwa kuliah tidak hanya bercerita tentang rasa senang dan bahagia saja seperti pada cerita-cerita percintaan yang kerap kamu baca di Wattpad atau drama oppa-oppa di koleksi drakor yang sering kamu tunggu kelanjutan ceritanya itu. Tidak! Sekali lagi tidak! Hanya orang yang overpede yang menyatakan demikian. Ada kalanya rasa stress menghampiri karena banyaknya dan beratnya tugas yang diberikan oleh dosenmu. Belum lagi jika kamu kuliah sambil menjalin kisah asmara dengan seseorang. Kuliah saja sudah membuat stress, eh, kamu malah tambah dengan rasa stress lagi berkat adanya kisah romansa yang kadang toxic itu.

Setelah kamu memahami kalau kuliah penuh dengan kisah suka dan duka, maka kamu sudah bisa melanjutkan membaca tulisan ini untuk mengetahui apa yang harus kamu lakukan kedepannya. Untuk bisa survive menuju panggung wisuda dan menunjukkan kepada orang-orang bahwa kamu berhasil sampai pada salah satu puncak keberhasilan dalam hidupmu itu, maka hal berikut yang harus kamu pahami:

Baca buku Pedoman Akademik

Buku ini berisi petunjuk-petunjuk penting untuk melangkah dalam prosesmu. Ia menjadi peganganmu agar kamu tidak salah jalan. Setiap kampus biasanya memiliki buku seperti itu. Cari buku tersebut dan selamilah isi-isinya.

Belajar dengan maksimal

Perlakukan perkuliahan sebagaimana ia adalah sahabat dekatmu. Ketika ada diskusi dalam kelas, dengarkan secara seksama, sekali-kali ikutan nimbrung dalam diskusi tersebut seperti kau sedang bercengkrama dengan sahabatmu. Kalau ada tugas membuat makalah berkelompok, jangan membebani tugas itu kepada “teman”mu yang lain, berpartisipasilah semampumu, apakah kamu tidak tega memperlakukan “teman”mu seperti itu? Di mana hati nuranimu? Lagipula tugas-tugas seperti itu akan membuatmu lebih pintar merangkai kalimat dan mencari sumber tulisan dan sangat berguna sebagai dasar menyusun skripsimu di masa depan agar kamu tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang dijokikan.
Intinya maksimalkan belajarmu. Apa yang engkau perlahan tanam hari ini, itu juga demi keberhasilanmu di masa depan. Tidak ada istilah tidak bisa bagi orang-orang yang memiliki keinginan.

Belajar bahasa inggris

Bukan suatu hal yang rahasia lagi jika ingin lulus pada suatu kampus, maka akan ada tes yang bernama tes TOEFL untuk menguji kemampuanmu dalam berbahasa Inggris. Mulai saat ini belajarlah bahasa tersebut. Tidak selamanya harus belajar di tempat kursus karena kamu masih memiliki waktu yang cukup panjang menuju tes tersebut. Kamu bisa memulainya dengan hal kecil seperti mengganti pengaturan smartphone-mu yang sebelumnya berbahasa Indonesia menjadi english language. Ketika kamu menonton film luar negeri, usahakan subtitlenya berbahasa Inggris. Kalau kamu suka dengar lagu, mulai sekarang cari lagu yang berbahasa Inggris. Mulai dari hal kecil seperti itu akan berdampak pada kehidupanmu di semester-semester berikutnya. Percayalah!

Bertemanlah dengan siapapun

Kuliah bukan hanya tentang belajar terus-menerus sampai mampus, akan tetapi dunia perkuliahan adalah dunia yang kompleks. Di dalamnya berisi miniatur kehidupan bermasyarakat. Ada sistem yang terbangun. Ada unsur-unsur sosial yang terlihat jelas di depan mata, kadang ada pula politisasi yang bergerak di bawah tanah. Bertemanlah dengan siapapun, jangan pernah merendahkan dan meremehkan orang lain. Ambil pelajaran dari setiap jenis mahasiswa, mulai dari mereka yang ambis, mereka yang akademis, mereka yang aktivis, dan berbagai macam tipe yang berakhiran is-is lainnya.

Itulah beberapa hal paling mendasar (bahasa mahasiswanya: hal yang sifatnya substansial) yang perlu kamu pahami dan terapkan dalam kehidupan perkuliahanmu untuk bisa bertahan dalam perjuanganmu menggapai cita-cita. Sampai jumpa di goresan tinta selanjutnya jika masih ada kesempatan.

Wajah Baru Digital Tourism di Era Metaverse